Hubungan antara Hukum dan Negara

Hukum merupakan sesuatu yang penting dalam suatu negara. Hukum adalah suatu unsur yang selalu ada dalam tata kenegaraan. Hukum itu sifatnya memaksa setiap pelakunya untuk mematuhi hukum tersebut. Hukum tidak pernah bisa dilepaskan dari sebuah negara. Pemerintahan suatu negara yang tidak memiliki dasar hukum akan sulit mengatur tata kehidupan masyarakat di negara tersebut. 

Undang-undang merupakan aturan atau hukum yang utama dalam sebuah negara. Undang-ndang dibuat untuk mengatur seluruh aspek yang ada dalam sebuah negara, baik itu pemerintahnya, sampai ke seluruh masyarakat. 

 Negara terikat kepada hukum, namun tatanan Negara  dan  tatanan  hukum  itu  sama,  hanya  Negara  adalah  system  norma-norma. Menurut  Kelsen,  Negara  ialah  kerukunan  yang  telah  ditatan  (Zwangs  ordnung),  tatanan  yang  dipertahankan  oleh  paksakan,  dimana  terdapak  hak  memerintah  dan kewajiban  menurut,  sehingga  dengan  demikian  ia  berkesimpulan  bahwa Negara  dan hukum adalah sama. Menurut Kelsen, kalau Negara telah dipandang sebagai kesatuan tatana-tatanan, maka tidak terdapat kemungkinanlain untuk membedakannya dengan hukum.  Negara  dan  hukum  termasuk  dlam  katagori  yang  sama,  yaitu  “tatanan normative”.  Wujud  norma  hukum  dilihat  dalam  sifatpaksa  itu,  maka  secara  sama hukum  dan  Negara  adalah  tatanan-tatanan  paksa  dalam  arti  system  norma-norma yang  mengatur  secara  paksa.  Arti  kata  tujuan  negara  berakhir  pada  definisi  hukum. Adalah  picik  apabila  kita  memandang  alat-alat  paksaan  dan  kekuasaan  Negara  itu sebagai  barangbarang  nyata  seperti  senjata,  benteng,  alat-alat  produksi  dan sebagainya,  seperti  yang  dikatakan  Lassale  :  “Negara  adalah  meriam-meriam  dan 
bayonet-bayonet  tentara,  kelewang-kelewang  dan  revolver-revolver  polisi.  

Menurut Kelsen,  semua  itu adalah  barang-barang  mati,  yang  tidak  dapat  bergerak  tanpa 
digerakkan  oleh  manusia.  Aturan  atau  norma  perbuatan  manusia  itulah  yang  menentukan,  yang  menjadi  tujuan  sebenarnya.    Kekuasaan  itu  tidak  terletak  pada  wujud  barang-barang  itu.  Kekuasaan  social  terletak  dalam  kekuatan  pendorong tanggapan norma-norma tertentu. Negara sebagai kekuasaan tidak berdiri di belakang norma-norma  hukum.  Negara  itu  adalah  tatanan  cita-cita  yang  telah  menjadi 
kenyataan.  Sedetik  saja  kekuatan  pendorong  ideology  ini  hilang,  maka  hilnglah kekuasaan  Negara  itu,  walaupun  jumlah  senapan  mesin  tidak  berubah.  Demikianlah pendapat Kelsen yang telah mengidentikkan Negara dengan hukum (Kelsen)

Komentar

Postingan Populer